Rabu, 31 Maret 2010

"Urbanisasi dan Kesehatan" Jadi Tema Hari Kesehatan Sedunia 2010

JAKARTA--Hari Kesehatan Sedunia (HKS) yang diperingati setiap tanggal 7 April 2010 akan bertemakan "Urbanisasi dan Kesehatan" karena urbanisasi sangat besar pengaruhnya baik terhadap kesehatan global maupun kesehatan individu.

Siaran pers Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa (30/3) menyebutkan, di Indonesia tema ini akan disubtemakan menjadi "Kota Sehat, Warga Sehat" dengan slogan "1.000 Kota, 1.000 Kehidupan".

Sub Tema "Kota Sehat, Warga Sehat" dipilih karena kebijakan kota sehat telah berjalan di Indonesia, tetapi masih ditemukan kendala yaitu penyediaan air minum dan sanitasi lingkungan.

Untuk mengatasinya, diperlukan komitmen dari semua pemangku kepentingan dan komponen masyarakat untuk mewujudkan kota sehat yang sekaligus berdampak pada peningkatan kesehatan warganya.

Slogan 1.000 Kota mempunyai makna suatu ajakan atau motivasi agar lebih dari 1.000 kota berikut pimpinan/penentu kebijakan berpartisipasi dalam kegiatan peringatan HKS ke-62.

Sedangkan 1.000 Kehidupan mempunyai makna adanya penggerak/pahlawan yang melakukan aktivitas meningkatkan kesehatan di lingkungan kehidupannya.

Peringatan HKS ke-62 di Indonesia di tingkat Nasional, acara puncaknya akan diselenggarakan di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, yang akan dihadiri antara lain oleh para menteri dan perwakilan WHO.

Sementara di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota peringatan HKS ke-62 diperingati dengan berbagai kegiatan, misalnya pemberlakuan Hari Tanpa Kendaraan Bermotor di jalan-jalan utama, perluasan Kawasan Tanpa Rokok di sekolah, pelayanan kesehatan, tempat kerja dan tempat umum lainnya seperti restoran dan tempat ibadah.

Sumber : Republika

Daging Juga Pencetus Alergi?

class='kol_img_news'


Ada banyak alergi yang susah ditemukan penyebabnya karena banyaknya faktor pencetus alergi. Studi terbaru menunjukkan, karbohidrat dalam daging yang disebut aplha-gal diduga menjadi biang keladi timbulnya reaksi alergi yang selama ini masih tanda tanya, yakni anaphylaxis.

Reaksi anaphylaxis muncul setelah tubuh terpajar alergen, misalnya makanan, minuman, obat, atau udara. Saat serangan alergi ini muncul, penderita akan merasakan sesak napas, jantung berdebar-debar, bahkan pingsan.

Dalam penelitian untuk mencari penyebab anaphylaxis, sejumlah peneliti melibatkan 60 orang di Australia dan Amerika Serikat yang mengalami reaksi alergi berulang atau anaphylaxis.

Hasil tes alergi menemukan 25 orang memiliki respon pada alpha-gal. Respon positif dianggap memiliki kadar imunoglobulin E (IgE) lebih tinggi dari 1.0 unit per milimeter, atau diatas standar. Pada orang yang alergi, produksi IgE dalam tubuhnya biasanya sangat berlebihan.

Namun hasil tes itu tidak mengidentifikasi alergen lain yang mungkin juga menyebabkan anaphylaxis pada 25 pasien tersebut atau 35 pasien lain.

"Hasil studi ini menunjukkan bukan hanya IgE pada karbohidrat yang punya implikasi klinis pada reaksi alergi makanan atau anaphylaxis, tetapi juga kehadiran antibodi yang mungkin berbeda pada orang tergantung daerah tinggalnya," kata Dr.Scott P.Comins, ketua peneliti.

Sumber: kompas.com

LIPI Olah Air Banjir jadi Layak Minum

JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan penyediaan air bersih dan layak minum dari air banjir. Uji coba ini dilakukan di Dusun 111 Gempol Tengah, Desa Purwadana, Kecamatan Teluk Jambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (31/03).

''Dalam kondisi banjir, air sangat berlimpah tapi tak layak konsumsi atau sudah terkontaminasi beragam polutan. Jika kebutuhan air tak terpenuhi, maka dapat memberikan dampak terhadap kerawanan kesehatan maupun sosial sesuai dengan kondisi jumlah penduduk atau mekanisme distribusi air bersih,'' kata Peneliti Pusat Penelitian (PE) Fisika LIPI, Pardamean Sebayang, sebelum uji coba itu.

Untuk pengelolaan air banjir tersebut, LIPI membuat unit pengolahan air bersih dan layak minum dengan sistem water purification. Dengan alat tersebut, dapat dihasilkan air sesuai kualitas yang memenuhi standar Peraturan Menkes nomor 901/2002.

Sistem ini dapat dioperasikan di berbagai tempat dan diaplikasikan untuk berbagai jenis sumber air tawar (air permukaan), khususnya air banjir pada lokasi bencana. ''Unit sistem mobile ini mampu mengolah air dengan menggunakan beragam sumber air tawar selama tidak mengandung bahan berbahaya beracun (B3), khususnya air danau, sungai, air hujan, dan air luapan banjir, dengan kapasitas hasil atau output yang memadai, yaitu 10 liter/menit,'' kata Pardamean.

Peneliti lainnya, Muljadi menambahkan, sistem ini dapat mengatasi masalah kesulitan air bersih dan layak minum di lokasi-lokasi gempa dan bencana. ''Aspek sosial dari unit pengolahan ini equivalen dengan mengatasi masalah air minum di daerah rawan gempa dan banjir, sekitar untuk 4.800 jiwa atau konsumsi air bersih bagi sebanyak 288 jiwa. Sistem ini bisa diaplikasikan sebagai unit keadaan darurat pasokan air bersih.''

Sumber : Republika

RS dilarang menggunakan kata Kelas Dunia/Internasional/Global

Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia dilarang mencantumkan kata kelas dunia/internasional/global atau yang sejenis sebagai nama rumah sakit. Semua RS yang menggunakan nama kelas dunia/ internasional/global dan sejenisnya diberi batas waktu sampai 14 Agustus 2010 untuk menghilangkan atau mencabut kata kelas dunia/internasional/global.

Ketentuan itu diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 659/MENKES/PER/VIII/2009 tentang Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia tanggal 14 Agustus 2009 tentang RS Kelas Dunia. Hal itu dimaksudkan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan rumah sakit Indonesia yang bermutu dan setara dengan pelayanan kesehatan rumah sakit kelas dunia.

RS Kelas Dunia adalah rumah sakit yang telah memenuhi persyaratan, standar dan kriteria serta telah disertifikasi oleh Badan Akreditasi RS bertaraf internasional yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan.

Akreditasi Internasional RS adalah suatu pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada rumah sakit karena telah memenuhi standar dan kriteria yang ditentukan oleh Badan Akreditasi RS bertaraf internasional. Yang merupakan badan akreditasi RS yang bersifat independen dan bertaraf internasional telah diakui oleh pemerintah dan mempunyai kewenangan untuk melakukan akreditasi terhadap RS.

Rumah Sakit dikategorikan sebagai RS kelas dunia setelah memenuhi persyaratan yaitu : telah beroperasi sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun, Izin operasional masih berlaku, surat penetapan kelas rumah sakit, terakreditasi pelayanan lengkap dari badan akreditasi rumah sakit di Indonesia yang ditetapkan Menteri Kesehatan, menjadi anggota asosiasi perumahsakitan, tidak sedang dalam keadaan pailit dan/atau tergugat masalah hukum, terakreditasi dan tersertifikasi oleh badan akreditasi rumah sakit bertaraf Internasional yang diakui oleh Menteri Kesehatan.

Rumah sakit dapat diusulkan sebagai Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia setelah terlebih dahulu dilakukan pembinaan oleh Tim Pembina Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia. Tim Pembina terdiri : 3 orang dari Kementerian Kesehatan, 2 orang dari Organisasi Profesi, dan 4 orang dari Asosiasi Perumahsakitan.

Standar dan kriteria Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia yaitu:

1.Standar pertama, mempunyai izin operasional pelayanan kesehatan, laboratorium, apotik, radioaktif, pengelolaan limbah yang masih berlaku dari pihak yang berwenang, mempunyai ikatan kerjasama dengan Fakultas Kedokteran setempat dalam rangka pendidikan kedokteran/spesialis (Sp1 maupun Sp2) sesuai dengan Sistem Pendidikan Nasional RI, dan mempunyai Hospital Bylaws dan Medical staf bylaws yang telah dievaluasi dan ditindaklanjuti.

2.Standar kedua, mempunyai visi, misi, tujuan serta nilai-nilai rumah sakit meliputi bidang pelayanan, pendidikan dan penelitian serta mempunyai rencana strategis untuk mencapai visi dan misi untuk ketiga bidang (pelayanan, pendidikan dan penelitian) yang mengacu kepada Sistem Kesehatan Nasional dan Sistem Pendidikan Nasional telah dievaluasi dan ditindaklanjuti.

3.Standar ketiga, mempunyai struktur organisasi dan uraian tentang fungsi, tugas, wewenang, kewajiban dan tanggung jawab setiap unit dalam bidang pelayanan, pendidikan dan penelitian yang telah disahkan oleh Dewan Pengawas dan pemilik rumah sakit dan telah disosialisasikan, dipahami, dievaluasi dan ditindaklanjuti, dan rumah sakit mempunyai kebijakan tentang mekanisme pengambilan keputusan secara tertulis telah disahkan oleh pimpinan/pemilik institusi.

4.Standar keempat, mempunyai program efisiensi biaya pelayanan kesehatan, program layanan kesehatan terpadu, program keselamatan pasien, mempunyai pedoman pelayanan kesehatan yang telah disahkan pimpinan RS, program pendidikan dokter yang mengacu kepada program pendidikan dokter FK setempat dan pendidikan dokter spesialis (Sp1) serta pendidikan dokter spesialis konsultan (Sp2) yang mengacu kepada standar pendidikan profesi dokter, pendidikan dokter spesialis (Sp1) dan dokter spesialis konsultan (Sp2) FK setempat dan standar pendidikan profesi dokter dari kolegium terkait yang telah disahkan oleh KKI, dan mempunyai program penelitian kesehatan (kedokteran, keperawatan dan manajemen RS).

5.Standar kelima, menggunakan obat-obatan sesuai dengan Daftar Formularium Rumah Sakit yang telah disusun dalam 3 tahun terakhir, menggunakan antibiotik secara azaz manfaat dan selektif (>80%), memberikan pelayanan pasien sesuai dengan kegiatan Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) (80%), memberikan pelayanan pasien sesuai dengan Standar Pelayanan Medis (>80%), mempunyai Clinical Pathways dalam memberikan pelayanan pasien (>80%), dan melaksanakan program cuci tangan dalam memberikan pelayanan pasien (>80%).

6.Standar keenam, mempunyai SDM tenaga profesi (medis, keperawatan dan apoteker) rumah sakit dan pengelola rumah sakit (direksi/manajer) lulusan dari institusi dalam ranking 300 dunia (top QS institutes) (>80%), dan kemampuan SDM tenaga profesi dan pengelola (direksi/manajer) rumah sakit berkomunikasi mempergunakan bahasa internasional dan bersertifikasi nilai minimal TOEFL 550 atau IELTS 21 (>80%).

7.Standar ketujuh, mempunyai sarana peralatan penunjang diagnostik dan terapeutik yang dibutuhkan untuk bidang pelayanan, pendidikan dan penelitian tingkat tersier dan berfungsi baik sesuai standar, mempunyai sarana teknologi informasi dan audiovisual, mempunyai perpustakaan, mempunyai sarana pertemuan ilmiah, serta sarana dan prasarana yang berwawasan ramah lingkungan atau Green Hospital.

8.Standar kedelapan, mempunyai program monitoring dan evaluasi pelayanan, pendidikan dokter/dokter spesialis dan penelitian telah disahkan oleh pimpinan institusi serta telah disahkan, dipahami, dievaluasi dan ditindaklanjuti.

9.Standar kesembilan, mempunyai program Peningkatan Mutu (Quality Improvement, yaitu mempunyai kebijakan tentang pertemuan rutin tingkat unit dan institusi yang terjadwal mengenai perkembangan pelayanan, pendidikan dan penelitian rumah sakit serta program upaya perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan, pendidikan dan penelitian ditingkat unit maupun institusi telah dievaluasi dan ditindaklanjuti.

TATA LAKSANA PENGAJUAN

Ijin akreditasi rumah sakit Indonesia kelas dunia diajukan kepada Menteri melalui Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik, rekomendasi dari Dinas Kesehatan Propinsi setempat, dan rekomendasi asosiasi perumahsakitan. Kemudian Menteri menugaskan Tim Pembina untuk melakukan verifikasi dan/atau pembinaan. Hasil verifikasi dan/atau pembinaan oleh Tim Pembina digunakan Menteri Kesehatan untuk menerbitkan rekomendasi kepada rumah sakit untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Rumah Sakit bertaraf Internasional. Setelah lulus persyaratan, Menteri Kesehatan menetapkan Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia

RS Indonesia Kelas Dunia yang melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dapat dilakukan tindakan administratif berupa teguran secara tertulis hingga pencabutan ijin operasional/penyelenggaraan rumah sakit.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail: puskom.publik@yahoo.co.id

Sumber : depkes.go.id

Evaluasi MDG's melalui Riskesdas 2010

Tahun 2010 ini akan dilaksanakan pertemuan puncak tingkat tinggi Majelis Umum PBB untuk mengevaluasi pencapaian deklarasi Millenium Development Goals (MDG’s) dari 189 negara termasuk Indonesia. Pada pertemuan tersebut Presiden SBY akan menyampaikan penyajian tentang evaluasi pencapaian MDG’s di Indonesia.

Delapan tujuan MDG’s untuk dicapai 2015, yaitu 1).memberantas kemiskinan dan kelaparan, 2). mencapai universal primary education, 3).mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, 4). menurunkan kematian anak, 5).meningkatkan kesehatan ibu, 6).memerangi HIV/AIDS, malaria dam tuberculosis, 7).memastikan lingkungan yang berkesinambungan, 8).mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.

Untuk mendukung pertemuan tersebut dan mendapatkan data terkini yang faktual tentang indikator MDG’s (bahan pidato presiden) yang menjadi tanggung jawab bidang kesehatan, maka Riset Kesehatan Dasar 2010 di fokuskan pada indikator-indikator pencapaian MDG’s.

Indikator indicator MDG’s kesehatan yang akan dikumpulkan melalui Riskesdas 2010, antara lain: status gizi balita dan konsumsi (memberantas kelaparan), status kesehatan ibu dan anak (menurunkan kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu), prevalensi malaria dan tuberkulosis (menunkan angka kesakita penyakit menular), akses sumber air minum yang aman dan fasilitas sanitasi dasar.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengukuran (tinggi badan dan berat badan), pemeriksaan laboratorium untuk confirm malaria dan tuberculosis.

Perbedaan Riskesdas 2007 dengan Riskesdas 2010

Variabel

Riskesdas 2007

Riskesdas 2010

Sampel Rumah tangga

280 rb

70 rb

Representasi

Kab, prop, nasional

Propinsi dan nasional

Unit sampel

Blok Sensus (BS)

Blok Sensus (BS)

Jumlah BS

18000

2800

Pemilihan Sampel BS

Sama BS susenas

Independen dng susenas

Jumlah Ruta per BS

16

25

Data yg dikumpulkan

Perilaku, Gizi, PM,PTM<>

Gizi, KIA, PM, biomedis (malaria dan TB), Sanitasi

Biomedis

lengkap

Malaria dan Tb

Analisis hasil Riskesda hanya digunakan sampai tingkat provinsi, tidak mempresentasikan tingkat kabupaten. (method riset 2007 dan 2010 berbeda). Riskesdas serupa 2007 akan dilakukan pada tahun 2013.

Rencana tahapan pelaksanaan

  1. Maret – Pencanangan Riskesdas/sosialisasi ke provinsi/institusi terkait
  2. Maret-April: persiapan lapangan, ujicoba, MOT/TOT, rekruitmen tenaga
  3. 15 Mei-15 Juni: Puldata, dan entry
  4. 15 Juni-15 Juli: Analisis dan Pelaporan
  5. Agustus-Sep: Seminar dan laporan akhir

Untuk pelaksanaan Riskesdas 2010, akan dilakukan

  • Pembuatan surat edaran Gubernur ke bupati/ walikota tentang Riskesdas 2010
  • Pembentukan Tim Riskesdas
  • Mengirimkan peserta untuk TOT Riskesdas 2010
  • Rakornis tingkat provinsi
  • Rekruitment surveyor (di kab/kota)
  • Penyelenggaraan Pelatihan surveyor
  • Koordinasi dengan BPS untuk blok sensus, listing rumah tangga dan peta rumah tangga.
  • Penyiapan tenaga untuk pengelolaan administrasi keuangan, logistik
Sumber : Dinkes Propinsi Jawa Barat

Selasa, 03 November 2009

Hati-hati, Ponsel Bisa Bikin Tulang Keropos

VIVAnews - Menggunakan ponsel ternyata bisa memicu pengurangan kepadatan tulang pinggul. Hal tersebut menurut penelitian yang dilakukan oleh peneliti Turki. Para peneliti menggunakan sinar X rangkap dua untuk mengukur kepadatan tulang pinggul pada 150 pria yang meletakkan ponselnya di pinggang.

Pria tersebut rata-rata membawa ponsel pada pinggulnya 15 jam setiap hari dan telah menggunakan ponsel selam enam tahun. Dari hasil pemeriksaan sinar X dan penelitian lebih lanjut, kepadatan tulang pinggul pria tersebut berkurang karena ponsel.

Pengurangan kepadatan tulang tersebut memang tidak terlalu signifikan dan bisa dikategorikan dalam osteoporosis. "Walaupun tidak signifikan tetapi, pria-pria tersebut yang rata-rata berusia 32 tahun, dalam beberapa tahun mendatang berisiko tinggi mengalami keropos tulang," kata Dr. Tolga Atay dan Suleyman Demirel, tim peneliti dari University di Isparta, Turki, seperti VIVAnews kutip dari Healthday.

Penelitian tersebut dipublikasikan pada Journal of Craniofacial Surgery, edisi bulan September. Penelitian menunjukkan bahwa gelombang elektromagnetik dari ponsel bisa merusak dan mengurangi kekuatan tulang.

Tim peneliti mengharapkan para produsen ponsel bisa mengembangkan produk yang aman dan yang bisa mengurangi efek negatif dari ponsel bagi kepadatan tulang. Mereka juga menyarankan bagi para pengguna ponsel untuk menghindari paparan gelombang elektromagnetik dari ponsel sesekali.

Saat tidur usahakan untuk mematikan ponsel. Jika tidak mungkin dimatikan letakkan ponsel agak jauh dari tempat tidur sehingga bisa mengurangi dampak negatifnya.

Jumat, 07 Agustus 2009

FASE – FASE PANDEMI INFLUENZA

Fase-fase pandemi influenza ini di tetapkan oleh WHO, digunakan sebagai tanda apakah pandemi sudah akan terjadi dan persiapan apa yang perlu dilakukan.

TINGKATAN PANDEMI (WHO)

Periode Inter-pandemi

Fase 1
Tidak adanya subtype virus influenza baru pada manusia,terdapat infeksi pada binatang (unggas)dengan risiko rendah penularan pada manusia.

Fase 2
Tidak adanya subtype virus influenza baru pada manusia, terdapat infeksi pada binatang (unggas) dengan risiko tinggi penularan pada manusia
Periode Waspada pandemi

Fase 3
Manusia terinfeksi dengan virus subtype baru, tidak adanya penularan manusia ke manusia.

Fase 4
Penularan manusia ke manusia pada klaster kecil dan terlokalisir pada area yang kecil

Fase 5
Klaster besar, masih terlokalisir, virus mulai beradaptasi ke manusia.
Periode Pandemi

Fase 6
Penularan yang meningkat dan tranmisi berkelanjutan pada manusia.
Periode Pasca Pandemi

Sampai dengan saat ini Indonesia berada dalam fase 3.

SEJARAH DAN KEJADIAN PANDEMI INFLUENZA

Dimasa yang lalu pandemi pernah terjadi dan menelan jutaan korban manusia:

1.1918: Pandemi Influenza H1N1
Pandemi Influenza yang terbesar terjadi pada tahun 1918 ,diawali di fetroit Amerika Selatan pada bulan maret .di eropa kasus mulai pada bulan mei di Madrid .spanyol,sehingga dinamakan “Spanish flu” Dalam 10 bulan telah merenggut nyawa sekitar 50 juta orang telah trerbukti bahwa virus penyebabnya berasal dari unggas yang menyerang manusia dan kemudian beradaptasi dalam host baru ini.

2. 1957: pandemi Influenza H2N2
Pandemi ini terjadi pada tahun 1957 dan disebut sebagai “Asian flu “ yang dimulai pada bulan maret 1957 di yunani cina kemudian menyebar ke jepang dan asia tenggara ,kemudian seluruh dunia .dalamwaktu 6 bulan pandemic ini telah menyerang seluruh dunia diperkirakan 40% - 50% populasi dunia terinfeksi dengan 25% - 30% menunjukkan gejala dan 1 juta diantaranya meninggal. virus influenza H2N2 berasal dari reasortment dan pb1, sementara virus influenza H1N1 menyumbangkan ke lima gen sisanya .

3.1968. Pandemi Influenza H3N2
Pada tahun 1968 terjadi pandemi yang berasal dari Cina kemudian menyebar ke Hongkong dan mencapai puncak hanya dalam waktu 2 minggu, menyerang 500.000 orang, karena itu disebut dengan sebagai flu Hongkong. Bulan berikutnya infeksi ini telah menyebar asia, Australia, Amerika. Virus influenza H3N2 juga merupakan hasil reassortant, virus berupa gen HA (H3) dan PB1 seta virus influenza yang sedang beredar saat (H2N2) berupa gen NA dan 5 gen lainnya. Angka kematian diperkirakan lebih kecil yaitu sekitar 500.000 sampai satu juta orang. Hal ini disebabkan karena telah terrdapatnya imunita terhadap N2 neuraminidase pada populasi (karena telah bersirkulasinya virus H2N2).

Minggu, 02 Agustus 2009

BAHAYA KANTONG PLASTIK “KRESEK”

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA
Jalan Percetakan Negara 23, Jakarta 10560 Indonesia
Telephone : 62-21 – 4244688, Fax. : 62-21 - 4250764
PERINGATAN PUBLIK / PUBLIC WARNING
TENTANG
KANTONG PLASTIK “KRESEK”
Nomor: KH.00.02.1.55.2890
Tanggal : 14 Juli 2009

Menindaklanjuti hasil pengawasan terhadap kantong plastik kresek, Badan POM RI
perlu mengeluarkan peringatan kepada publik sebagai berikut:

1. Kantong plastik kresek berwarna terutama hitam kebanyakan merupakan
produk daur ulang yang sering digunakan untuk mewadahi makanan.

2. Dalam proses daur ulang tersebut riwayat penggunaan sebelumnya tidak
diketahui, apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan
atau manusia, limbah logam berat, dll. Dalam proses tersebut juga
ditambahkan berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahayanya
bagi kesehatan.

3. Jangan menggunakan kantong plastik kresek daur ulang tersebut untuk
mewadahi langsung makanan siap santap.

4. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dapat
menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM RI dengan
nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau e-mail ulpk@pom.go.id
dan ulpkbadanpom@yahoo.com atau melihat di website Badan POM,
www.pom.go.id

5. Demikian peringatan ini disampaikan untuk disebarluaskan.

Rabu, 06 Mei 2009

Obat Flu Aman Dikonsumsi

Obat flu serta batuk yang mengandung phenylpropanolamine (PPA) dan sudah mendapat izin edar, aman dikonsumsi jika digunakan sesuai aturan pemakaian. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir mengonsumsi obat tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung Agus Prabowo, saat dihubungi "PR", Kamis (23/4). Agus dimintai pendapatnya, terkait berita bahwa Badan Pengawas Obat dan Pangan Amerika (US-FDA) sejak 1 Maret 2009 menarik dari peredaran obat flu serta batuk yang mengandung PPA. Sebab, PPA terbukti menyebabkan perdarahan di otak.

Sejak beredarnya berita tersebut, tidak sedikit masyarakat yang ketakutan mengonsumsi obat flu dan batuk mengandung PPA. Padahal, obat-obatan tersebut banyak beredar di pasaran dalam berbagai merek dan bentuk serta bisa dibeli tanpa resep dokter.

Bahkan, sekitar dua puluh warga Kota Bandung menanyakan kepada Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Obat dan Makanan BBPOM di Bandung, tentang benar tidaknya PPA yang terkandung dalam obat flu serta batuk bisa menyebabkan perdarahan otak. "Jadi, obat yang sudah mendapat izin edar atau sudah terdaftar aman dikonsumsi, asal dipakai sesuai aturan. Apalagi, beredarnya obat di pasaran sudah melalui serangkaian pengujian dan pengkajian Badan POM," katanya.

PPA yang terkandung dalam obat flu dan batuk, ujar Agus, aman dikomsumsi jika digunakan dengan dosis sekitar enam puluh miligram per hari untuk orang dewasa. Sedangkan untuk anak-anak, dosisnya lebih rendah. "Biasanya untuk sekali pakai, PPA yang digunakan sekitar lima belas miligram. Jika dipakai sesuai aturan, misalnya tiga kali sehari satu tablet, maka aman dipakai," ujarnya.

Saat sakit

Selain itu, kata Agus, masyarakat mengonsumsi obat tersebut hanya saat sakit flu dan batuk. Mereka tidak akan terus-menerus mengonsumsinya, sehingga tidak menimbulkan efek samping. "Masyarakat jangan mudah terpengaruh isu-isu tidak jelas. Misalnya informasi melalui SMS atau e-mail, yang tidak jelas siapa pengirimnya," ujarnya.

Menurut Agus, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Badan POM, tidak benar bahwa 1 Maret 2009 US-FDA telah mengeluarkan pengumuman tentang obat flu dan batuk, yang mengandung PPA.

"Saat ini, tidak ada informasi baru terkait keamanan PPA. Pada November 2000, US-FDA memang telah menarik obat yang mengandung PPA, karena diduga ada hubungan antara perdarahan otak dengan penggunaan PPA dalam dosis besar sebagai obat pelangsing. Di Indonesia, PPA hanya disetujui sebagai obat untuk menghilangkan gejala hidung tersumbat dalam obat flu dan batuk serta tidak pernah disetujui sebagai obat pelangsing," katanya.

Berdasarkan informasi dari Buku Katalog Kartu Obat dan Nafza ULPK Badan POM 2007, yang perlu diperhatikan dari penggunaan obat flu dan yang mengandung PPA adalah tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan. PPA cukup aman dikomsumsi, jika digunakan dengan dosis di bawah enam puluh miligram per hari untuk dewasa.

WHO Tak Konsisten, Menkes Pertanyakan Fase Penularan Flu Babi

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mempertanyakan sikap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang tidak konsisten terkait penetapan fase penularan virus H1N1 atau yang biasa disebut flu babi (swine flu).

"WHO justru menurunkan status fase penularan virus H1N1 (flu babi) menjadi fase empat, yaitu penularan virus ke manusia masih dalam kelompok kecil, padahal seharusnya sudah fase lima," kata Siti Fadilah Supari dalam jumpa pers di Gedung Depkes, Selasa (28/4).

Ia menyesalkan ketidakkonsistenan WHO dengan sikapnya yang meminta untuk menutup sekolah, rumah makan, dan melarang masyarakat menonton pertandingan sepak bola. "Ini ada apa saya tidak tahu dan menurut saya sudah aneh. Hari ini (WHO) menurunkan menjadi fase 4, ini adalah tanda tanya besar. Karena sudah tidak konsisten dengan sikapnya beberapa waktu lalu," ujar Siti.

Menurutnya, fase penularan virus H1N1 sudah sampai pada fase 5, yaitu infeksi virus kepada manusia dengan penularan yang semakin meluas. Hal ini ditegaskan dengan tingginya jumlah kematian akibat terinfeksi virus H1N1 yang mencapai 149 orang di Meksiko.

Namun, Siti enggan berkomentar soal dugaan kesengajaan terkait munculnya virus H1N1 ini. "Apakah disengaja atau tidak, saya tidak bisa katakan. Tapi kemungkinan-kemungkinan apa pun kan bisa terjadi," jelasnya.

Siti menegaskan, virus tersebut dipastikan tidak bisa menyerang Indonesia dengan kondisi suhu yang tropis. Menurutnya, virus H1N1 hanya berkembang di negara dengan empat musim seperti Meksiko. Namun, ketika disinggung bahwa Meksiko juga memiliki daerah yang bersuhu tropis seperti Indonesia, Siti enggan menjelaskan."Saya tidak tahu kalau H1N1 bisa (berkembang) di musim tropis, kalau sudah berubah berarti dia sudah bermutasi," jawabnya.

Depkes telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi, seperti memasang 10 thermal scanner untuk mendeteksi suhu badan di terminal kedatangan 10 bandara internasional di Indonesia. Tetapi menyangkut travel warning ke negara-negara yang terjangkit, Indonesia masih belum mengeluarkan, hanya travel adviser saja

Flu Babi Berpotensi Berkembang di Indonesia

Flu babi yang menular ke manusia berpotensi berkembang di Indonesia. Namun, hampir dapat dipastikan keganasan flu babi Meksiko di bawah flu unggas yang telah mewabah di Indonesia.

Kepala Laboratorium Flu Unggas Universitas Airlangga CA Nidom mengatakan, flu babi sebenarnya sudah lazim. Penyakit dengan virus H1N1 di Indonesia sudah ada sejak dulu. Subtipe di Indonesia atau H1N1 klasik tidak berbahaya. "H1N1 tipe Meksiko yang dikenal sebagai flu babi sekarang inilah yang berbahaya," katanya di Surabaya, Selasa (28/4).

Berdasarkan riset Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, H1N1 tipe Meksiko diduga kuat gabungan flu unggas, flu babi, dan flu manusia. Virus kemungkinan berubah di tubuh babi.

"Sejak 2005, saya sudah melontarkan hipotesis ini. Saya sudah khawatir ini bakal terjadi. Akhir tahun lalu saya kembali mengingatkan potensi bahaya ini. Namun, sebagian kalangan masih menentang," ujarnya.

Virus yang berubah di tubuh babi lebih mungkin menular ke manusia. Pasalnya, manusia dan babi sama-sama mamalia yang cenderung memiliki kesamaan. Sebaliknya, flu unggas tidak bisa langsung ke manusia.

"Secara teoretis, virus di unggas tidak bisa langsung ke mamalia seperti manusia. Harus ada perantara mamalia lain dan itu kemungkinan besar babi," katanya.

Di tubuh babi, virus mengalami perubahan dengan dua pola. Pola pertama berupa adaptasi. "Kalau ini terjadi, dampaknya tidak terlalu berbahaya karena tidak ada perubahan struktur virus," ujarnya.

Pola kedua berupa penyusunan ulang virus. Berdasarkan pola ini, virus bisa berkembang menjadi gabungan flu babi, flu unggas, dan flu manusia. "Jika menyimak penjelasan di AS, ada kemungkinan reassortan (penyusunan ulang)," ujarnya.

Jika hal itu terjadi, tidak tertutup kemungkinan flu babi bisa berkembang di Indonesia. Salah satu pendukungnya adalah banyaknya peternakan ayam dan babi yang berdekatan. "Sejak flu unggas merebak, saya sudah mengemukakan pentingnya menata ulang peternakan," tuturnya.

Namun, di sisi lain, keganasan H1N1 tipe Meksiko tidak seperti H5N1. Dari sekitar 1.500 kasus di seluruh dunia, baru 150 berakhir dengan kematian. "Virus ini cepat menyebar, tetapi daya rusaknya rendah. Sebaliknya H5N1 lambat menyebar. Namun, daya rusaknya amat tinggi," ujarnya.

Kurang dari sebulan, H1N1 tipe Meksiko sudah menjangkiti ribuan orang. Sementara dalam tiga tahun, kasus H5N1 hanya tercatat sekitar 300 kasus di seluruh dunia. "Saya khawatir kalau hasil penyusunan ulang menghasilkan virus cepat menular dan daya rusaknya tinggi. Syukur sejauh ini belum menunjukkan tanda ke sana," ujar Nidom.

Jumat, 20 Maret 2009

Penjelasan BPOM Tentang Isu Produk Pangan yang bermelamin Hasil Penelitian YLKI

KETERANGAN PERS
TENTANG
ISU PRODUK PANGAN YANG BERMELAMIN HASIL PENELITIAN YLKI

No.KH.00.01.5.381
Tanggal 6 Maret 2009

Terkait pemberitaan tentang 10 produk pangan kemasan yang mengandung melamin hasil pengujian YLKI, dengan ini disampaikan penjelasan sebagai berikut :

  1. Bahwa Badan POM telah melakukan sampling dan pengujian atas 10 produk pangan tersebut menggunakan LC MS/MS dengan hasil sebagai berikut :

    5 (lima) item produk terdaftar di Badan POM, yaitu :
    NoNama ProdukNo RegistrasiNama PerusahaanHasil Uji
    1Kino Bear Coklat Crispy, isi 3 x 3,5 gMD 662211108168PT. Kinosentra IndustrindoTidak terdeteksi
    2F&N Susu Kental Manis, isi 390 gML 505417006156PD. Aneka jayaTidak terdeteksi
    3Dutchmill Yoghurt Drink Natural, isi 180 mlML 406505001229PT. Nirwana LestariTidak terdeteksi
    4Pura Low Fat UHT Milk beverage, isi 1 literML 405708002189PT. Sukanda DjayaTidak terdeteksi
    5Crown Lonx Biskuit Rasa Coklat, berat 150 gML 827118009109PT. Koin BumiTidak terdeteksi

    5 (lima) produk lain tidak terdaftar di Badan POM, yaitu :
    NoNama ProdukNo RegistrasiHasil Uji
    1Yake Assorted Candies (permen coklat berbentuk panjang), berat 500 gTidak terdaftar (illegal)5,86 ppm
    2Yake Assorted Candies (permen coklat berbentuk lonjong), berat 500 gTidak terdaftar (illegal)5,86 ppm
    3Kembang Gula Tirol Choco Mix, isi 10 pcsNomor registrasi fiktif-
    4Nestle Bear Brand Sterilized Low Fat Milk, isi 140 mlTidak terdaftar (illegal)Tidak terdeteksi
    5Fan Fun Sweetheart BiskuitTidak terdaftar (illegal)-

  2. Bahwa terhadap produk pangan yang tidak terdaftar, Badan POM telah dan akan terus melakukan pengamanan di peredaran untuk dimusnahkan

  3. Bahwa kepada masyarakat dihimbau untuk tidak mengkonsumsi produk pangan yang tidak terdaftar dan senantiasa memberikan informasi bila menemukan produk-produk tersebut di peredaran kepada Badan POM RI melalui Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) dengan nomor telpon (021) 4263333, (021) 32199000 atau email ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com

Jumat, 06 Maret 2009

Apa itu Melamin ?

Melamin adalah basa organik dengan rumus kimia C3H6N6. Zat ini merupakan trimer dari cyanida. Bersama dengan formaldehyde melamin digunakan untuk memproduksi resin melamin, plastik yang sangat tahan panas, dan busa melamin, produk polimer pembersih. Melamin merupakan metabolit dari cyromazine, salah satu senyawa pestisida.

Sejarah Melamin.

Konon awal mula penemuan melamin dimulai tahun 1907. Waktu itu ketika Leo Hendrik, ilmuwan kimia asal Belgia, Baekeland, berhasil menemukan bahan buatan, tiruan atau sintetis, yang sekarang dikenal dengan nama plastik. Pada tahun itu hampir semua orang sangat senang dengan produk sitetis atau bahan plastik, karena bentuknya cantik, tahan pecah dan murah dibanding bahan gelas. Penemuan plastik merupakan penemuan bersejarah dalam dunia material sintetis di abad 20.

KARENA ingin menjadikan seolah kandungan proteinnya tinggi, produk susu di China dicampuri melamin. Tidak tanggung-tanggung, sekurangnya empat bayi meninggal dunia dan sampai hari ini dilansir sudah lebih dari 13.000 bayi harus dirawat.

Sebenarnya kasus yang mirip pernah terjadi secara luas tahun lalu akibat pengoplosan melamin ke dalam makanan hewan dari China. Akibatnya, ratusan anjing dan kucing mati serta ribuan lainnya menderita penyakit gagal ginjal.

Apakah melamin itu? Samakah dengan melamin yang dipakai untuk peralatan makan kita? Apakah bahayanya? Pelajaran apa yang dapat ditarik dari kasus ini? Tulisan singkat berikut akan mencoba memberikan jawaban atas hal-hal itu.

Beda dengan perkakas

Melamin yang dipermasalahkan adalah senyawa organik bersifat basa dengan rumus C3H6N6, kandungan nitrogennya sampai 66 persen, biasa didapat sebagai kristal putih. Melamin biasanya digunakan untuk membuat plastik, lem, dan pupuk.
Plastik dari melamin, karena sifat tahan panasnya, digunakan luas untuk perkakas dapur. Jadi, melamin yang kini diributkan berbeda dengan melamin plastik perkakas. Melamin yang diributkan ini adalah bahan dasar plastik melamin.

Berdasarkan informasi di situs WHO, pencampuran melamin pada susu berawal dari tindakan pengoplosan susu dengan air. Akibat pengenceran ini, kandungan protein susu turun. Karena pabrik berbahan baku susu biasanya mengecek kandungan protein melalui penentuan kandungan nitrogen, penambahan melamin dimaksudkan untuk mengelabui pengecekan agar susu encer tadi dikategorikan normal kandungan proteinnya.

Data keamanan melamin

Penambahan melamin ke makanan tidak diperbolehkan oleh otoritas pengawas makanan negara mana pun. Walaupun seperti diberitakan Kompas, studi tentang efek konsumsi melamin pada manusia belum ada, hasil ekstrapolasi dari studi pada hewan dapat digunakan untuk memperkirakan efek pada manusia.

Hal itu telah tampak, bila melamin bergabung dengan asam sianurat (yang biasa juga terdapat sebagai pengotor melamin) akan terbentuk kristal yang dapat menjadi batu ginjal. Batu ginjal ini telah tampak pada hewan-hewan korban kasus pengoplosan melamin tahun lalu. Batu ginjal inilah yang dapat menyumbat saluran kecil di ginjal yang kemudian dapat menghentikan produksi urine, gagal ginjal, bahkan kematian.

Telah diketahui juga bahwa melamin bersifat karsinogen pada hewan. Gejala yang diamati akibat kontaminasi melamin terdapat pada darah di urine, produksi urine yang sedikit, atau sama sekali tidak dihasilkan, tanda-tanda infeksi ginjal, dan tekanan darah tinggi.

Melamin memang tidak dapat dimetabolisme oleh tubuh. Data keselamatan menyatakan, senyawa ini memiliki toksisitas akut rendah LD50 di tikus, yaitu 3.161 mg per kg berat badan. Pada studi dengan menggunakan hewan memang dikonfirmasi, asupan melamin murni yang tinggi mengakibatkan inflamasi kandung kemih dan pembentukan batu kandung kemih.
Food and Drugs Administration (Badan Makanan dan Obat) Amerika Serikat menyatakan, asupan harian yang dapat ditoleransi (tolerable daily intake/TDI) melamin adalah 0,63 mg per kg berat badan. Pada masyarakat Eropa, otoritas pengawas makanannya mengeset standar yang lebih rendah, yaitu 0,5 mg per kg berat badan.

Seberapa parah kontaminasi yang terjadi? Dari inspeksi yang dilakukan di China, dari 491 batch (kelompok) yang dites, 69 di antaranya positif mengandung melamin, berkisar dari 0,09 mg per kg susu sampai 619 mg per kg susu. Bahkan ada yang mencapai 2.563 mg per kg.
Dengan konsumsi susu formula per kg berat badan bayi sekitar 140 g sehari, kalau bayi mengonsumsi susu yang terkontaminasi akan menerima asupan melamin 0,013-86,7 mg per kg berat badannya.Bahkan, kalau mengonsumsi susu yang terkontaminasi 2.563 mg melamin per kg susu, dapat mencapai asupan 358,8 mg per kg berat badannya. Jauh melampaui batas toleransinya!

Hati-hati, 10 Macam Makanan Mengandung Melamin!

JAKARTA - Masyarakat diharap waspada dalam mengkomsumsi makanan. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menemukan 10 macam makanan yang disinyalir tercemar melamin. Hal tersebut ditemukan dari pembelian dan pengujian sejak 28 Desember 2008 lalu.

Hal tersebut terungkap dalam rilis YLKI yang diterima okezone, Rabu (4/3/2009).

Ketua YLKI Husna Zahir dalam rilis tersebut menjelaskan, pengujian ini dilakukan atas keinginan masyakarat luas atas informasi yang independen, untuk memastikan bahwa produk yang beredar di pasaran benar-benar aman dan bebas melamin.

Berikut 10 macam makanan yang mengandung melamin:

  1. Kino Bear Coklat Crispy, registrasi MD 662211108168, produksi PT Kinosentraindustrindo, kawasan Niaga Selatan Blok B 15, Bandar Kemayoran. Mengandung melamin 97,28 ppm
  2. Yake assorted Candies, tanpa nomor registrasi, produksi Fujian Yake Food, tak ada alamat importir, permen coklat panjang. Melamin: 56,54 ppm
  3. F&M, suku kental manis, registrasi ML 505417006156, importir Ikad-Jakarta. Melamin: 45,09 ppm
  4. Kembang gula Tirol Choco Mix, registrasi ML 237103407045, importir PT Indomaru Lestari, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat, melamin: 17, 18 ppm
  5. Dutchmill, yogurt drink natural, registrasi ML 406505001229, produksi Diary Plus Company Limited Nakom Sawan, Thailand. Importir PT Nirwana Lestari, Bantar Gebang, Bekasi. Melamin: 15, 98 ppm
  6. Pura Low Fat UHT milk beverage, registrasi ML 40508002189, produksi Fonterra Brands New Zealand, importir PT Sukanda Jaya, Cibitung, Bekasi. Melamin: 11,70 ppm
  7. Nestle Bear Brand sterilized low fat milk, produksi F&N Dairies Thailand. Melamin: 10, 88 ppm
  8. Crown Lonx Biskuit rasa coklat, registrasi ML 8227118009109, improtir PT Koin Bumi, Jalan Senayan, Jakarta, produksi Crown Con Co. Melamin: 9,54 ppm
  9. Fanfun sweet heart biscuit, tanpa nomor registrasi, tak ada alamat importir. Melamin: 3,17 ppm
  10. Yake Assorted Candies, tanpa nomor registrasi, produksi Fujian Yake Food, jenis permen coklat lonjong agak lentur. Melamin: 1, 15 ppm
Sumber : okezone.com

Rabu, 11 Februari 2009

BAHAYA OBAT RACIKAN PUYER

Prof. dr. Rianto Setyabudi


Campuran berbagai obat yang diracik dan dijadikan "puyer" (obat bubuk) atapun dimasukkan ke dalam kapsul atau sirup oleh petugas apotik lazim disebut compounding. Lima puluh tahun yang lalu pembuatan obat dengan cara racikan ini dikerjakan pada 60% resep dokter, namun di luar negeri resep racikan ini turun tinggal 1% sekarang. Di Indonesia, termasuk Siloam Gleneagles Hospital Lippo Karawaci (SGHLK) resep puyer untuk anak masih sering sekali dijumpai. Setiap hari rata-rata apotik SGHLK membuat 130 resep puyer untuk memenuhi permintaan resep dokter.

Mengapa dokter sering meresepkan obat puyer?

Peresepan obat puyer untuk anak di Indonesia sangat sering dilakukan karena beberapa faktor yaitu:

1. Dosis obat dapat disesuaikan dengan berat badan anak secara lebih tepat.
2. Biayanya bisa ditekan menjadi lebih murah.
3. Obat yang diserahkan kepada pasien hanya satu macam, walaupun mengandung banyak komponen.

Apa masalah yang ditimbulkan pembuatan obat racikan bentuk puyer?

Dewasa ini peresepan obat puyer di negara maju sudah sangat berkurang karena:

1. Kemungkinan kesalahan manusia dalam pembuatan obat racik puyer ini tidak dapat diabaikan, misalnya kesalahan menimbang obat, atau membagi puyer dalam porsi2 yang tidak sama besar. Kontrol kualitas sulit sekali dapat dilaksanakan untuk membuat obat racikan ini.

2. Stabilitas obat tertentu dapat menurun bila bentuk aslinya digerus, misalnya bentuk tablet salut selaput (film coated), tablet salut selaput(enteric coated), atau obat yang tidak stabil (misalnya asam klavulanat) dan obat yang higroskopis (misalnya preparat yang mengandung enzim pencernaan)

3. Toksisitas obat dapat meningkat, misalnya preparat lepas lambat bila digerus akan kehilangan sifat lepas lambatnya.

4. Waktu penyediaan obat lebih lama. Rata2 diperlukan waktu 10 menit untuk membuat satu resep racikan puyer, 20 menit untuk racikan kapsul, sedangkan untuk mengambil obat jadi diperlukan waktu hanya kurang dari 1 menit. Kelambatan ini berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien terhadap layanan di SGHLK.

5. Efektivitas obat dapat berkurang karena sebagian obat akan menempel pada blender/mortir dan kertas pembungkus. Hal ini terutama terjadi pada obat-obat yang dibutuhkan dalam jumlah kecil, misalnya puyer yang mengandung klopromazin

6. Pembuatan obat puyer menyebabkan pencemaran lingkungan yang kronis di bagian farmasi akibat bubuk obat yang beterbangan ke sekitarnya. Hal ini dapat merusak kesehatan petugas setempat.

7. Obat racikan puyer tidak dapat dibuat dengan tingkat higienis yang tinggi sebagaimana halnya obat yang dibuat pabrik karena kontaminasi yang tak terhindarkan pada waktu pembuatannya

8. Pembuatan obat racikan puyer membutuhkan biaya lebih mahal karena menggunakan jam kerja tenaga di bagian farmasi sehingga asumsi bahwa harganya akan lebih murah belum tentu tercapai .

9. Dokter yang menulis resep sering kurang mengetahui adanya obat sulit dibuat puyer (difficult-to compound drugs) misalnya preparat enzim.

10. Peresepan obat racik puyer meningkatkan kecenderungan penggunaan obat irasional karena penggunaan obat polifarmasi tidak mudah diketahui oleh pasien.


Bagaimana mengatasinya?

Dari uraian di atas terlihat bahwa peresepan racikan puyer membawa risiko untuk
pasien dan berbagai dampak negatif lainnya. Sebagai rumah sakit yang bercita-cita mencapai standar internasional, khususnya dalam melindungi keselamatan pasien, maka di RSSG frekuensi penulisan resep dan pembuatan obat racikan ini perlu diupayakan untuk dihapus.

Komite Farmasi dan Terapi SGHLK menganjurkan agar penulisan resep obat racik
puyer dan pembuatannya dibatasi hanya untuk kebutuhan obat yang tidak tersedia
dalam bentuk formulasi untuk anak atau bila untuk sementara tidak tersedia di
pasaran. Obat-obat untuk anak yang tersedia dalam bentuk obat sirup atau tetes
misalnya amoksisilin, ibuprofen, parasetamol, teofilin, bromheksin, dll. seyogyanya tidak lagi diresepkan dalam bentuk racikan puyer.
Untuk membantu para dokter mengetahui obat apa saja untuk anak yang tersedia
dalam bentuk formulasi pabrik, bagian farmasi akan menyediakan daftar obat2
tersebut kepada para dokter di SGHLK. Kelak diharapkan semua kebutuhan obat
untuk anak dapat dipenuhi berdasarkan obat formulasi pabrik.

Layanan informasi ini disusun oleh Komite Farmasi dan Terapi

Siloam Gleneagles Hospital Lippo Karawaci.

Senin, 09 Februari 2009

Tanaman Hias Beracun


BANDUNG -- Masyarakat diimbau supaya berhati-hati jika memiliki tanaman hias, karena tidak semua tanaman hias aman untuk dipelihara meskipun tidak semua tanaman hias mengandung racun.Demikian dikatakan Dosen Biologi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Prof Aseng Ramlan, kepada ANTARA, Kamis."Tamanan hias itu, ada yang beracun dan ada juga yang tidak," katanya.

Ia menyatakan, masyarakat tidak perlu panik dan khawatir dengan isu tamanan beracun di Bandung, karena hanya beberapa jenis tanaman hias saja yang memiliki racun.Menurut dia, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya, ada dua jenis tamanan hias yang memiliki racun, yaitu Olinder Nelium atau yang lebih dikenal dengan istilah Pohon Mentega serta pohon Bintaro/Pohon Pelindung.

Dikatakannya, Olinder Nelium, ialah tanaman yang masih satu famili dengan Bunga Kamboja.Racun yang ditimbulkan dari Olinder Nelium, kata Prof Ateng, berasal dari getahnya. "Kalau kita luka, dan getah Olinder Nelium mengenai bagian lukanya, maka itu berpotensi menyebabkan kelumpuhan," katanya.

Pihaknya merasa prihatin karena selama ini, tamanan hias yang memiliki racun masih banyak dipelihara dipekarangan rumah atau taman-taman kota."Wajar saja jika masyrakat tidak tahun mana tamanan hias yang beracun mana yang tidak, karena pengetahuan mereka kurang," katanya.

Oleh sebabnya, ia berharap, pemerintah dalam hal ini, Dinas Pertamanan dapat lebih menyosialisasikan mana tanaman hias yang dapat dipelihara mana yang tidak.Isu tamanan beracun, bermula saat aksi penanaman pohon oleh Walikota Bandung, di daerah Sulaksana Baru, Antapani Kota Bandung, pagi tadi.Dalam sambutanya, ia menginformasikan bahwa di Bandung terdapat tanaman beracun dan saat ini pihaknya sedang melakukan penyidikan lebih lanjut dengan Dinas Pertamanan. Sumber : Republika online

Minggu, 08 Februari 2009

Kiat Sehat Saat Hamil

JAKARTA-- Pada wanita yang sedang hamil, seringkali mengalami berbagai keluhan seperti pusing, mual, muntah dan lemas. Hal tersebut tergolong wajar, apabila tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Terutama pada trisemester awal dan akhir, kondisi tubuh Anda memang sering berubah-ubah.

Berbagai mitos dalam masyarakat juga kerap membuat kondisi psikologis ibu hamil mengalami serba ketakutan. Misalnya, ibu hamil tidak boleh mengonsumsi air es karena bisa membuat bayi lahir besar. Hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan hal tersebut.

Selain itu, mitos mengenai ibu hamil yang dilarang mengonsumsi durian karena dapat menyebabkan gangguan kehamilan. Hal yang sebenarnya, durian menyebabkan kenaikan kadar kolesterol darah dan mengandung jumlah kalori yang cukup tinggi, tidak sepadan dengan vitamin yang didapatkan dari durian tersebut. Sedangkan pada ibu hamil, seyogyanya memilih makanan yang lebih tinggi nilai nutrisinya, dan tidak terlalu menggemukkan.

Sebenarnya tidak sulit mencapai kondisi prima saat hamil. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan Anda dan bayi dalam kandungan, antara lain:

  • Perbaiki pola makan. Saat Anda hamil maka pola makan harus mengikuti diet makan untuk ibu hamil. Kehamilan Anda membutuhkan lebih banyak konsumsi protein, kalori, vitamin dan mineral seperti asam folat dan zat besi untuk perkembangan janin. Ingat Anda membutuhkan tambahan 300 kalori perhari.
  • Sebaiknya hindari makanan yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Misalnya, daging dan telur mentah, keju lunak, susu yang tidak dipasteriusasi, alkohol dan kafein.
  • Pada trimester pertama biasanya terdapat keluhan mual muntah. Cobalah atasi dengan makan dengan porsi kecil tapi sering, hindari makanan pedas dan berminyak. Makan dengan porsi yang kecil tapi dilakukan beberapa kali, dianjurkan setiap 4 jam.
  • Jika perlu, minum vitamin secara teratur. Makanan yang Anda konsumsi adalah sumber vitamin yang palingbaik. Apabila dibutuhkan, konsumsi vitamin mengandung zat besi dan asam folat yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan bayi sehat. Konsumsi secara teratur.
  • Penuhi hidrasi optimal. Usahakan untuk minum air minimal delapan gelas sehari. Ibu hamil butuh cairan yang cukup. Cairan dibutuhkan untuk membangun sel darah merah bayi untuk sistem sirkulasinya, cairan ketuban. Tubuh juga perlu air selama kehamilan untuk mengatasi konstipasi dan mengatur suhu tubuh.
  • Cermati asupan serat. Perbanyaklah makan makanan yang berserat tinggi. Buah-buahan dan sayuran dapat membantu mengatasi konstipasi Anda selama kehamilan.
  • Ingat, kehamilan bukan masa yang tepat untuk diet. Dikhawatirkan hal itu akan menyebabkan kurang vitamin, mineral dan lain-lain yang penting selama kehamilan. Sebanyak 33 % pertambahan berat badan pada kehamilan adalah cairan. Pertambahan berat badan pada kehamilan merupakan salah satu tanda yang baik pada kehamilan yang sehat

Sst..Janin Bisa Ikut Nguping

JAKARTA-- Jika Anda tengah mengandung, sebaiknya berhati-hati dengan ucapan serta segala sesuatu yang Anda dengar. Saat Anda berusaha menghindar dari orang lain dengan mengeluh atau marah disudut ruangan, kuping si jabang bayi dalam perut Anda bisa mendengarnya.

Penelitian tentang kemamouan janin bisa mendengar dan membedakan suara-suara sudah banyak dilakukan sejak lebih dari 50 tahun lalu. Dari tahun ke tahun banyak ilmuwan yang berminat melakukan penelitian tentang hal tersebut.

Didukung oleh teknologi pemantau janin yang terus berkembang, hal itu semakin menarik. Sekedar gambaran, hampir sepuluh tahun lalu para peneliti sudah bisa menggunakan hidrofon yaitu sejenis mikrofon yang dapat dimasukkan ke dalam air, untuk disisipkan ke dalam rahim seorang perempuan hamil guna menangkap tingkat kebisingan di dalam rahim.

Menurut Psikolog Perkembangan Harvard Medical School, Heidelise Als, Ph.D., janin bisa mendengar suara-suara dari dalam tubuh ibunya. Dia menuturkan, bayi prematur yang lahir pada usia kehamilan 24 atau 25 minggu mampu merespons suara-suara di sekelilingnya.

Hasil pengamatan Als membuat sebagian kalangan yakin, alat-alat pendengaran janin sudah mulai berfungsi sejak di dalam rahim. Dengan berfungsinya alat pendengaran itulah janin bisa mendengar suara-suara yang berasal dari dalam rahim sendiri.

Psikolog Johns Hopkins University yang sejak sepuluh tahun lalu melakukan pengamatan terhadap temperamen janin, Janet DiPietro mengungkap, tingkat kebisingan di dalam rahim diibaratkan sama dengan bunyi-bunyi latar di sebuah apartemen. Bunyi-bunyi tersebut antara lain ditengarai berasal dari desiran aliran darah di dalam pembuluh ibu, juga suara degupan jantung serta gemuruh lambung dan usus.

Berbahagialah Anda yang kini tengah menantikan kehadiran si jabang bayi. Suara Anda sebagai ibu adalah suara yang paling dikenal si kecil. Suara Anda juga yang dapat membuat detak jantung janin melambat.

Hal itu diungkap Psikolog perkembangan dari Columbia University, William Filer, Ph.D. Temuan tersebut memberi kesan pada sebagian kalangan, janin tak hanya mendengar dan mengenali suara ibunya, tetapi juga di-nina bobo-kan oleh suara tersebut. Janin diduga mendengar suara ibu yang merembes melalui jaringan otot daging, tulang dan cairan tubuh sang ibu.

Selain suara ibu, janin juga bisa mendengarkan suara orang lain. Penelitian dari Queens University di Ontario menunjukkan, janin mampu membedakan suara ibunya dari suara para perempuan lain. Hal itu membuat sebagian ahli berpendapat, dinding rahim dan lautan air ketuban ternyata bisa ditembus suara-suara orang, selain suara ibu.

Janin juga diyakini dapat mendengarkan alunan musik. Para ilmuwan dalam sebuah penelitian di Inggris memutarkan musik untuk bayi-bayi dalam kandungan berusia 20 minggu. Lalu mereka menguji respons bayi-bayi tersebut 2-3 minggu setelah lahir.

Menurut pengamatan, respons-respons yang ada menunjukkan bahwa bayi-bayi tersebut mengingat musik yang dipilihkan untuk mereka, dan menjadi tenang ketika musik tersebut diputarkan kembali.

Musik apa yang bisa didengar janin? Para ilmuwan di University of Florida, AS pernah melakukan percobaan terhadap biri-biri betina yang sedang hamil, untuk merekam apa persisnya suara-suara yang dapat menjangkau telinga janin.

Mereka lalu menarik kesimpulan, janin tak mendengar suara biola, melainkan suara drum (tetabuhan). Akan tetapi, penelitian lain membuktikan janin merespons dengan baik terhadap musik gubahan Mozart yang menunjukkan janin bisa juga mendengar suara biola.

Ada baiknya kini Anda mulai berhati-hati dengan apa yang didengarkan. Pasalnya, anak dalam kandungan Anda akan ikut "menguping" setiap hal yang Anda dengar. Sssttt.. jangan berisik ya.

Menyiasati Keluhan Hamil Muda

Tantangan bagi wanita yang hamil dimulai pada awal trisemester kehamilan. Rasa Pusing, mual, lelah kerap dikeluhkan wanita hamil muda. Tak jarang keinginan untuk makan menjadi menurun, padahal masa ini merupakan masa yang kritis bagi pembentukan janin.

Menurut Konsultan obstetri dan ginekolog dari North Glasgow University Dr Philip Owen, pada trisemester pertama kehamilan, rasa mual dan muntah merupakan hal yang biasa dialami para wanita hamil. Hanya saja tingkat dari rasa mual dan frekuensi muntah tersebut berbeda untuk setiap wanita hamil.

“Bagi sebagian besar wanita hamil, rasa mual akan berhenti setelah melewati tiga bulan pertama kehamilan. Sementara itu, untuk sebagian wanita hamil lainnya hal ini akan terus dialami hingga usia kandungan 4 atau 5 bulan,” ujar Dr Philip Owen.

Mengenai penyebab dari rasa mual dan muntah belum diketahui dengan pasti. Owen mengungkapkan, hal itu dimungkinkan oleh masalah hormonal atau ketidakseimbangan kadar gula darah.

“Banyak dokter dan bidan yang meyakini morning sickness merupakan hal yang biasa dialami oleh wanita hamil kembar dua atau tiga. Namun, belum tentu hal ini menjadi penyebab utamanya,” tegas Owen.

Keadaan itu akan menjadi berbahaya jika wanita hamil mengalami muntah terlalu sering dengan volume yang tinggi. Hal tersebut akan menyebabkan calon ibu kekurangan cairan bersama dengan kandungan nutrisi dan mineral sehingga terjadi dehidrasi.

“Ibu hamil mengalami dehidrasi dan tidak dapat menelan cairan, mengalami kondisi yang disebut hyperemesis gravidarum. Kondisi ini memerlukan penanganan medis di rumah sakit. Biasanya untuk penanganannya, ibu hamil akan diberikan cairan melalui infus,” terang Owen. (netdoctor.co.uk/ri)

Tips Menyesuaikan Pola Makan

Beberapa ketidaknyamanan di masa hamil mengkondisikan wanita hamil untuk menyesuaikan kebiasaan makan. Seringkali ibu hamil tidak dapat mengonsumsi makanan seperti biasa. Bahkan, tidak jarang makanan pokok seperti nasi menyebabkan mual dan muntah bagi ibu hamil.

  • Untuk menyiasatinya, maka dapat dilakukan frekuensi makan yang lebih sering dengan porsi lebih kecil dapat membantu, dengan biskuit sebagai camilan dan banyak minum cairan.
  • Sementara itu, rasa panas dalam dada dapat diredakan dengan makanan porsi kecil dan menghindari makanan berminyak atau pedas dan kafein. Untuk sembelit, yang dapat muncul selama hamil, tingkatkan konsumsi cairan, makanan berserat, dan buah-buahan serta jus.
  • Selain menjaga dari resiko dehidrasi, cairan yang cukup dalam tubuh juga dipercaya akan mengurangi rasa mual dan muntah yang dialami ibu hamil.
  • Makanan segar dan mengandung banyak air, dapat menjadi alternatif yang baik bagi wanita yang tengah hamil muda. Hindari juga makan yang terasa asam seperti mangga muda. Memang terasa enak dimulut, namun justru akan membuat perut bertambah kembung.
  • Selain itu, waktu istirahat cukup dibutuhkan oleh para calon ibu. Istirahat bagi wanita hamil tidak berarti harus tidur berbaring. Beristirahat dengan relaksasi di kursi atau sofa selama 30 menit hingga 1 jam cukup mengembalikan kondisi fisik ibu hamil usai beraktivitas.
  • Pada malam hari, usahakan agar ibu hamil mendapat waktu tidur yang cukup untuk menjaga kondisi tubuhnya.