WASHINGTON-- Sebuah studi yang diterbitkan di dalam "Cancer Prevention Research", jurnal American Association for Cancer Research terbitan Desember menyatakan, selenium yaitu jenis mineral yang ditemukan pada padi-padian, kacang dan daging, mungkin membantu dalam pencegahan kanker kandung kemih yang berisiko tinggi.
Para peneliti dari Dartmouth Medical School membandingkan tingkat selenium pada 767 orang yang baru didiagnosis terserang kanker kandung kemih dengan 1.108 orang dari masyarakat umum.
Berbagai temuan memperlihatkan hubungan antara selenium dan kanker kandung kemih di kalangan perempuan, sebagian perokok dan mereka yang positif memiliki kanker kandung kemih p53.
Di dalam seluruh orang yang diteliti, tak ada hubungan berbalik antara selenium dan kanker kandung kemih, tapi perempuan (34%), perokok sedang (39%) dan mereka yang positif menderita kanker p53 (43%) memiliki pengurangan mencolok tingkat kanker kandung kemih dengan angka selenium yang lebih tinggi.
"Ada jalur berbeda yang digunakan oleh kanker kandung kemih untuk berkembang dan diperkirakan satu jalur utama melibatkan perubahan pada gen p53," kata peneliti Margaret Karagas.
"Kanker kandung kemih yang berpangkal dari perubahan ini memiliki kaitan dengan penyakit yang lebih maju," katanya.
Meskipun studi lain telah memperlihatkan hubungan serupa antara selenium dan kanker kandung kemih di kalangan perempuan, studi itu adalah salah satu yang pertama yang memperlihatkan hubungan antara selenium dan kanker kandung kemih positif p53.
"Akhirnya, jika benar bahwa selenium dapat mencegah kemunculan tertentu pada perorangan, seperti perempuan, dari kanker kandung kemih yang berkembang, atau mencegah jenis tumor tertentu, perubahan semacam itu melalui jalur p53, berkembang, itu memberi kami kaitan mengenai bagaimana tumor dapat dicegah pada masa depan dan berpotensi mengarah kepada upaya kemo-preventif," kata Karagas. Sumber : Republika online
Sabtu, 13 Desember 2008
Kanker Penyebab Utama Kematian, Ungguli Serangan Jantung
ATLANTA-- Penyakit kanker diprediksikan akan mengalahkan serangan jantung sebagai penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi pada tahun 2010. Hal itu merupakan bagian dari tren yang harus diantisipiasi.
Para ahli juga mengungkapkan angka penderita kanker akan bertambah dua kali lipat dari jumlah global sebagai penyebab kematian pada tahun 2030.
Peningkatan konsumsi rokok di negara berkembang merupakan salah satu alasan utama dari perkembangan tersebut, terutama di negara China dan India. Perokok dari dua negara tersebut tercatat sebanyak 40% dari perokok global dunia.
Diagnosa kanker di seluruh dunia telah naik dan diperkirakan akan mencapai 12 juta pada tahun 2008. Kematian akibat kanker diperkirakan mencapai 7 juta jiwa, menurut laporan World Health Organization (WHO).
Peningkatan yang pasti per tahun sekitar 1%, diperkirakan lebih tinggi di China, Rusia dan India. Hal itu berarti kasus kanker baru akan mencapai 27 juta per tahun pada tahun 2030, dengan angka kematian 17 juta jiwa.
Mempertimbangan hal tersebut, maka bisa dibilang akan lebih banyak orang di sekitar Anda yang terkena kanker.
Pada tahun 2030, akan ada 75 juta orang yang terkena kanker di seluruh dunia. Angka tersebut tidak dapat ditampung oleh pusat kesehatanan.
"Hal itu akan membuat masalah baru pada semua tingkat masyarakat di seluruh dunia,: ujar Peter Boyle, Direktur International Agency for Research on Cancer WHO.
Boyle mengatakan, temuan tersebut diperoleh berkat kerjasama dengan American Cancer Society, Lance Armstrong Foundation, Susan G. Komen for the Cure dan National Cancer Institute of Mexico. Sumber : Republika online
Para ahli juga mengungkapkan angka penderita kanker akan bertambah dua kali lipat dari jumlah global sebagai penyebab kematian pada tahun 2030.
Peningkatan konsumsi rokok di negara berkembang merupakan salah satu alasan utama dari perkembangan tersebut, terutama di negara China dan India. Perokok dari dua negara tersebut tercatat sebanyak 40% dari perokok global dunia.
Diagnosa kanker di seluruh dunia telah naik dan diperkirakan akan mencapai 12 juta pada tahun 2008. Kematian akibat kanker diperkirakan mencapai 7 juta jiwa, menurut laporan World Health Organization (WHO).
Peningkatan yang pasti per tahun sekitar 1%, diperkirakan lebih tinggi di China, Rusia dan India. Hal itu berarti kasus kanker baru akan mencapai 27 juta per tahun pada tahun 2030, dengan angka kematian 17 juta jiwa.
Mempertimbangan hal tersebut, maka bisa dibilang akan lebih banyak orang di sekitar Anda yang terkena kanker.
Pada tahun 2030, akan ada 75 juta orang yang terkena kanker di seluruh dunia. Angka tersebut tidak dapat ditampung oleh pusat kesehatanan.
"Hal itu akan membuat masalah baru pada semua tingkat masyarakat di seluruh dunia,: ujar Peter Boyle, Direktur International Agency for Research on Cancer WHO.
Boyle mengatakan, temuan tersebut diperoleh berkat kerjasama dengan American Cancer Society, Lance Armstrong Foundation, Susan G. Komen for the Cure dan National Cancer Institute of Mexico. Sumber : Republika online
Cara Unik Turunkan Berat Badan
CHICAGO-- Jika Anda kesulitan menurunkan berat badan, ada cara unik yang efektif yang dikembangkan para peneliti di Amerika Serikat yaitu dengan memberikan motivasi uang.
Sekilas cara itu tampak sangat materialistis, namun nyatanya bisa mendorong orang untuk berusaha lebih keras dalam program penurunan berat badan.
Para peneliti melakukan sebuah studi dengan membandingkan program penurunan berat badan dengan motivasi uang dengan program penurunan berat badan konvensional.
Dr. Kevin Volpp dari Sekolah Kedokteran Universitas Pennsylvania melihat hal tersebut pada upaya efektif untuk menanggulangi masalah obesitas, sebuah masalah yang terus berkembang dan membahayakan kesehatan.
Dia mengungkapkan, banyak program penurunan berat badan yang mengalami kegagalan dikarenakan masyarakat mereka mengharapkan akan diberikan sesuatu ketika usai menjalani program penurunan berat badan.
"Kami pun diminta mengembangkan sebuah sistem insentif yang akan memberikan mereka balasan langsung," kata Volp.Volpp dan kolega dengan mempelajari dua program insentif untuk penurunan berat badan.
Satu berdasarkan sistem lotere, yakni jika mereka mencapai target penurunan berat badan maka mereka akan memperoleh hadiah.
Sistem lotere akan berlangsung tiap hari dan masyarakat dapat diakui sebagai pemenang jika mereka mencapai target yang telah ditentukan."Merupakan alasan yang kuat untuk kehilangan rasa malas," kata Volpp seperti yang diberitakan Reuters.
"Ide dibuat dengan sebuah mekanisme dimana kehilangan rasa malas akan membantu peningkatan motivasi masyarakat," Katanya.
Cara lain yang digunakan adalah sistem deposit, dimana peserta menginvestasikan sejumlah kecil uang antara 1 sen hingga 3 dollar perhari. Jika mereka gagal mencapai target penurunan berat badan maka mereka akan kehilangan uang yang telah mereka investasikan. Sedangkan bagi mereka yang berhasil mencapai target maka mereka akan memperoleh bonus.
"Anda hanya akan menerima hadiah sampai akhir tahun jika anda berhasil mencapai target tiap bulan," Kata Volpp.
Peneliti kemudian menentukan 57 penderita obesitas, yang terbagi atas dua grup yakni grup dengan program insentif dan program tanpa insentif. Pada program insentif dibagi lagi menjadi sistem lotere dan sistem deposit. Hasilnya diketahui, keseluruhan peserta mengalami penurunan berat badan rata-rata sekitar 16 pons atau 7.26 kg.
Penderita obesitas yang berada pada grup insetif mengalami penurunan berta badan jauh dari grup yang tidak dibayar. Masyarakat yang berada pada grup dengan sistem lotere berhasil meraih total hadiah $378.49 dan kehilangan berat tubuh sebanyak 13 pon atau 5.9 kg. Sementara, pada grup deposit meraih hadiah $272.80 dan kehilangan 14 pon atau 6.35 kg.
Volpp mengatakan, studi yang dilakukan sangat efektif untuk penurunan berat badan dalam jangka pendek tapi jika motivasi uang dihentrikan maka berat badan akan naik kembali.
"Kami perlu untuk membuat lebih efektif untuk menyokong program berat badan agar lebih baik," katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)
