Rabu, 11 Februari 2009
BAHAYA OBAT RACIKAN PUYER
Campuran berbagai obat yang diracik dan dijadikan "puyer" (obat bubuk) atapun dimasukkan ke dalam kapsul atau sirup oleh petugas apotik lazim disebut compounding. Lima puluh tahun yang lalu pembuatan obat dengan cara racikan ini dikerjakan pada 60% resep dokter, namun di luar negeri resep racikan ini turun tinggal 1% sekarang. Di Indonesia, termasuk Siloam Gleneagles Hospital Lippo Karawaci (SGHLK) resep puyer untuk anak masih sering sekali dijumpai. Setiap hari rata-rata apotik SGHLK membuat 130 resep puyer untuk memenuhi permintaan resep dokter.
Mengapa dokter sering meresepkan obat puyer?
Peresepan obat puyer untuk anak di Indonesia sangat sering dilakukan karena beberapa faktor yaitu:
1. Dosis obat dapat disesuaikan dengan berat badan anak secara lebih tepat.
2. Biayanya bisa ditekan menjadi lebih murah.
3. Obat yang diserahkan kepada pasien hanya satu macam, walaupun mengandung banyak komponen.
Apa masalah yang ditimbulkan pembuatan obat racikan bentuk puyer?
Dewasa ini peresepan obat puyer di negara maju sudah sangat berkurang karena:
1. Kemungkinan kesalahan manusia dalam pembuatan obat racik puyer ini tidak dapat diabaikan, misalnya kesalahan menimbang obat, atau membagi puyer dalam porsi2 yang tidak sama besar. Kontrol kualitas sulit sekali dapat dilaksanakan untuk membuat obat racikan ini.
2. Stabilitas obat tertentu dapat menurun bila bentuk aslinya digerus, misalnya bentuk tablet salut selaput (film coated), tablet salut selaput(enteric coated), atau obat yang tidak stabil (misalnya asam klavulanat) dan obat yang higroskopis (misalnya preparat yang mengandung enzim pencernaan)
3. Toksisitas obat dapat meningkat, misalnya preparat lepas lambat bila digerus akan kehilangan sifat lepas lambatnya.
4. Waktu penyediaan obat lebih lama. Rata2 diperlukan waktu 10 menit untuk membuat satu resep racikan puyer, 20 menit untuk racikan kapsul, sedangkan untuk mengambil obat jadi diperlukan waktu hanya kurang dari 1 menit. Kelambatan ini berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien terhadap layanan di SGHLK.
5. Efektivitas obat dapat berkurang karena sebagian obat akan menempel pada blender/mortir dan kertas pembungkus. Hal ini terutama terjadi pada obat-obat yang dibutuhkan dalam jumlah kecil, misalnya puyer yang mengandung klopromazin
6. Pembuatan obat puyer menyebabkan pencemaran lingkungan yang kronis di bagian farmasi akibat bubuk obat yang beterbangan ke sekitarnya. Hal ini dapat merusak kesehatan petugas setempat.
7. Obat racikan puyer tidak dapat dibuat dengan tingkat higienis yang tinggi sebagaimana halnya obat yang dibuat pabrik karena kontaminasi yang tak terhindarkan pada waktu pembuatannya
8. Pembuatan obat racikan puyer membutuhkan biaya lebih mahal karena menggunakan jam kerja tenaga di bagian farmasi sehingga asumsi bahwa harganya akan lebih murah belum tentu tercapai .
9. Dokter yang menulis resep sering kurang mengetahui adanya obat sulit dibuat puyer (difficult-to compound drugs) misalnya preparat enzim.
10. Peresepan obat racik puyer meningkatkan kecenderungan penggunaan obat irasional karena penggunaan obat polifarmasi tidak mudah diketahui oleh pasien.
Bagaimana mengatasinya?
Dari uraian di atas terlihat bahwa peresepan racikan puyer membawa risiko untuk
pasien dan berbagai dampak negatif lainnya. Sebagai rumah sakit yang bercita-cita mencapai standar internasional, khususnya dalam melindungi keselamatan pasien, maka di RSSG frekuensi penulisan resep dan pembuatan obat racikan ini perlu diupayakan untuk dihapus.
Komite Farmasi dan Terapi SGHLK menganjurkan agar penulisan resep obat racik
puyer dan pembuatannya dibatasi hanya untuk kebutuhan obat yang tidak tersedia
dalam bentuk formulasi untuk anak atau bila untuk sementara tidak tersedia di
pasaran. Obat-obat untuk anak yang tersedia dalam bentuk obat sirup atau tetes
misalnya amoksisilin, ibuprofen, parasetamol, teofilin, bromheksin, dll. seyogyanya tidak lagi diresepkan dalam bentuk racikan puyer.
Untuk membantu para dokter mengetahui obat apa saja untuk anak yang tersedia
dalam bentuk formulasi pabrik, bagian farmasi akan menyediakan daftar obat2
tersebut kepada para dokter di SGHLK. Kelak diharapkan semua kebutuhan obat
untuk anak dapat dipenuhi berdasarkan obat formulasi pabrik.
Layanan informasi ini disusun oleh Komite Farmasi dan Terapi
Siloam Gleneagles Hospital Lippo Karawaci.
Senin, 09 Februari 2009
Tanaman Hias Beracun
BANDUNG -- Masyarakat diimbau supaya berhati-hati jika memiliki tanaman hias, karena tidak semua tanaman hias aman untuk dipelihara meskipun tidak semua tanaman hias mengandung racun.Demikian dikatakan Dosen Biologi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Prof Aseng Ramlan, kepada ANTARA, Kamis."Tamanan hias itu, ada yang beracun dan ada juga yang tidak," katanya.
Ia menyatakan, masyarakat tidak perlu panik dan khawatir dengan isu tamanan beracun di Bandung, karena hanya beberapa jenis tanaman hias saja yang memiliki racun.Menurut dia, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya, ada dua jenis tamanan hias yang memiliki racun, yaitu Olinder Nelium atau yang lebih dikenal dengan istilah Pohon Mentega serta pohon Bintaro/Pohon Pelindung.
Dikatakannya, Olinder Nelium, ialah tanaman yang masih satu famili dengan Bunga Kamboja.Racun yang ditimbulkan dari Olinder Nelium, kata Prof Ateng, berasal dari getahnya. "Kalau kita luka, dan getah Olinder Nelium mengenai bagian lukanya, maka itu berpotensi menyebabkan kelumpuhan," katanya.
Pihaknya merasa prihatin karena selama ini, tamanan hias yang memiliki racun masih banyak dipelihara dipekarangan rumah atau taman-taman kota."Wajar saja jika masyrakat tidak tahun mana tamanan hias yang beracun mana yang tidak, karena pengetahuan mereka kurang," katanya.
Minggu, 08 Februari 2009
Kiat Sehat Saat Hamil
JAKARTA-- Pada wanita yang sedang hamil, seringkali mengalami berbagai keluhan seperti pusing, mual, muntah dan lemas. Hal tersebut tergolong wajar, apabila tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Terutama pada trisemester awal dan akhir, kondisi tubuh Anda memang sering berubah-ubah.
Berbagai mitos dalam masyarakat juga kerap membuat kondisi psikologis ibu hamil mengalami serba ketakutan. Misalnya, ibu hamil tidak boleh mengonsumsi air es karena bisa membuat bayi lahir besar. Hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan hal tersebut.
Selain itu, mitos mengenai ibu hamil yang dilarang mengonsumsi durian karena dapat menyebabkan gangguan kehamilan. Hal yang sebenarnya, durian menyebabkan kenaikan kadar kolesterol darah dan mengandung jumlah kalori yang cukup tinggi, tidak sepadan dengan vitamin yang didapatkan dari durian tersebut. Sedangkan pada ibu hamil, seyogyanya memilih makanan yang lebih tinggi nilai nutrisinya, dan tidak terlalu menggemukkan.
Sebenarnya tidak sulit mencapai kondisi prima saat hamil. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan Anda dan bayi dalam kandungan, antara lain:
- Perbaiki pola makan. Saat Anda hamil maka pola makan harus mengikuti diet makan untuk ibu hamil. Kehamilan Anda membutuhkan lebih banyak konsumsi protein, kalori, vitamin dan mineral seperti asam folat dan zat besi untuk perkembangan janin. Ingat Anda membutuhkan tambahan 300 kalori perhari.
- Sebaiknya hindari makanan yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Misalnya, daging dan telur mentah, keju lunak, susu yang tidak dipasteriusasi, alkohol dan kafein.
- Pada trimester pertama biasanya terdapat keluhan mual muntah. Cobalah atasi dengan makan dengan porsi kecil tapi sering, hindari makanan pedas dan berminyak. Makan dengan porsi yang kecil tapi dilakukan beberapa kali, dianjurkan setiap 4 jam.
- Jika perlu, minum vitamin secara teratur. Makanan yang Anda konsumsi adalah sumber vitamin yang palingbaik. Apabila dibutuhkan, konsumsi vitamin mengandung zat besi dan asam folat yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan bayi sehat. Konsumsi secara teratur.
- Penuhi hidrasi optimal. Usahakan untuk minum air minimal delapan gelas sehari. Ibu hamil butuh cairan yang cukup. Cairan dibutuhkan untuk membangun sel darah merah bayi untuk sistem sirkulasinya, cairan ketuban. Tubuh juga perlu air selama kehamilan untuk mengatasi konstipasi dan mengatur suhu tubuh.
- Cermati asupan serat. Perbanyaklah makan makanan yang berserat tinggi. Buah-buahan dan sayuran dapat membantu mengatasi konstipasi Anda selama kehamilan.
- Ingat, kehamilan bukan masa yang tepat untuk diet. Dikhawatirkan hal itu akan menyebabkan kurang vitamin, mineral dan lain-lain yang penting selama kehamilan. Sebanyak 33 % pertambahan berat badan pada kehamilan adalah cairan. Pertambahan berat badan pada kehamilan merupakan salah satu tanda yang baik pada kehamilan yang sehat
